Mentan Amran Bongkar “Operasi Senyap Serakah-nomics”, Ungkap Jaringan Ekonomi Rakus yang Gerogoti Pasar Pangan Nasional

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
banner 468x60

JAKARTA – Selama bertahun-tahun, harga pangan di Indonesia kerap berfluktuasi tanpa alasan yang terlihat. Namun di balik gejolak itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap adanya pola permainan terselubung yang ia sebut sebagai Serakah-nomics—strategi ekonomi rakus yang bergerak senyap menguasai rantai pasok dan merugikan petani kecil.

Amran menyebut pola itu bukan sekadar praktik oknum, tetapi jaringan yang bekerja sistematis dan lama tak tersentuh, hingga akhirnya pemerintah mulai membongkar mekanismenya satu per satu.

Menurut Amran, Serakah-nomics bekerja dengan cara mengendalikan pasokan, membeli Gabah Kering Panen (GKP) sedikit di atas harga pasar untuk menyapu habis stok, lalu membiarkan penggilingan-penggilingan kecil mati karena kehilangan bahan baku.

“Ini sudah lama tumbuh di Indonesia. Tetapi mungkin baru saatnya hari ini kita membongkar dan berpihak pada rakyat kecil,” ujar Amran.

Ia menegaskan bahwa strategi itu bukan bentuk kepedulian pelaku besar pada petani, melainkan cara licik untuk mengambil alih rantai pasok.

Salah satu bukti lapangan yang ditemukan Kementerian Pertanian adalah manipulasi kualitas beras premium yang dijual ke masyarakat.

Dalam pemeriksaan, sebuah merek beras yang mengklaim kualitas premium ternyata mengandung menir mencapai 59 persen—empat kali lipat dari batas maksimal premium yang hanya memperbolehkan 14 persen.

“Pecahannya 59 persen. Artinya menir, makanan ayam, tapi dikemas sebagai premium,” tegas Amran.

Menurutnya, inilah contoh paling terang bagaimana keuntungan besar diraih dengan menipu konsumen dan merusak struktur pasar.

Amran menegaskan bahwa perang terhadap mafia pangan bukan perkara ringan. Butuh keberanian, ketegasan, dan kemampuan bertahan dari tekanan.

“Untuk swasembada, kita harus siap ditekan, diuji, dan berani melawan mafia pangan. Saya sekuat tenaga menjaga stabilitas harga, tapi Alhamdulillah, hasilnya nyata,” kata Amran.

Ia menyebut Bulog kini diperkuat sebagai penyangga harga sekaligus benteng terhadap manuver pelaku besar yang ingin menguasai pasar.

Menurut Amran, pelaku besar selama ini terlalu dominan—mengatur harga, menguasai pasokan, bahkan mematikan usaha kecil yang menopang ekonomi desa. Karena itu, reformasi struktural mutlak dilakukan.

“Negara hari ini perlu berpihak kepada yang selama ini dirugikan. Sistemnya harus dibenahi menyeluruh agar petani, penggilingan kecil, dan konsumen tidak lagi dikorbankan,” tegasnya.

Sebagai langkah cepat, Amran membuka kanal pengaduan WhatsApp bernama “Lapor Pak Amran” di nomor 0823-1110-9390. Kanal ini ia pegang langsung bersama tim pengawasan, menjadi jalur informasi real-time dari petani di daerah.

“Silakan melapor. Identitas pelapor kami jaga sepenuhnya. Bila ada penyimpangan seperti pupuk palsu atau harga di atas HET, kami akan tindak tegas,” ujarnya.

Ia juga meminta laporan disertai alamat kios atau distributor, jenis pelanggaran, dan jenis pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yang telah diturunkan pemerintah sebanyak 20 persen.

“Ini nomor aku pegang, langsung ditindaklanjuti. Saatnya kita perangi mafia, koruptor, seluruh yang merugikan sektor pertanian. Kita harus lindungi 160 juta petani Indonesia,” tegas Amran.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *