KUTAI KARTANEGARA – Tokoh agama Kalimantan Timur, Pdt. Y. A. Traksin, SE, S.PdK, menyampaikan rasa dukacita dan keprihatinan mendalam atas peristiwa pembunuhan dan pengeroyokan yang terjadi di Desa Baru, Kecamatan Tabang.
Atas kejadian tersebut, Pdt. Y. A. Traksin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, penghiburan, dan ketenangan dalam menghadapi musibah yang terjadi.
“Kami turut berdukacita sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan dalam menghadapi situasi yang berat ini,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan kepada seluruh pihak yang terdampak akibat peristiwa tersebut. Menurutnya, situasi yang terjadi harus dihadapi dengan tenang agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Pdt. Y. A. Traksin mengajak masyarakat, khususnya warga Desa Baru dan Kecamatan Tabang, untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Ia menegaskan bahwa segala bentuk tindakan balasan maupun main hakim sendiri justru berpotensi memperbesar persoalan dan merugikan masyarakat.
“Mari kita semua menahan diri. Jangan melakukan tindakan balasan dan jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” pesannya.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Foto, video, maupun informasi mengenai peristiwa tersebut yang belum terverifikasi hendaknya tidak disebarluaskan apabila berpotensi memicu kemarahan, keresahan, maupun konflik di tengah masyarakat.
Menurutnya, proses penanganan perkara dan penegakan hukum harus dipercayakan kepada aparat serta lembaga yang berwenang. Masyarakat diharapkan memberikan ruang agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Serahkan proses penanganan dan penegakan hukum kepada pihak yang berwenang. Kita percayakan keadilan melalui jalur hukum,” ujarnya.
Pdt. Y. A. Traksin juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, persaudaraan, dan kerukunan. Perbedaan maupun persoalan yang terjadi hendaknya tidak menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan antarmasyarakat.
Ia berharap peristiwa tersebut dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk semakin memperkuat persatuan dan kepedulian, bukan memperbesar permusuhan.
“Kalimantan Timur adalah rumah kita bersama. Karena itu, mari kita jaga bersama agar tetap aman, damai, rukun, dan kondusif,” katanya.
Di tengah suasana duka, ia mengajak masyarakat untuk mengutamakan ketenangan dan kemanusiaan. Rasa kehilangan hendaknya disikapi dengan empati, sementara proses mencari keadilan ditempuh melalui mekanisme hukum.
“Berduka kita rasakan bersama. Keadilan kita percayakan kepada hukum. Kedamaian kita jaga bersama,” tegasnya.
Pdt. Y. A. Traksin kembali menyampaikan dukacita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Ia berharap Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan penghiburan, kekuatan, dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan serta memberikan kedamaian bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur.












