KUTAI KARTANEGARA — Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat bersama jajaran kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa serta masyarakat Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menggelar Musyawarah Adat dan Pernyataan Sikap terkait insiden pengeroyokan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 14.25 WITA, bertempat di Aula Kantor Camat Tabang, Jalan PU Bila Talang, Desa Bila Talang, Kecamatan Tabang.
Musyawarah dihadiri Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, S.I.K., S.H., M.H., Camat Tabang Azmi Riyandi Elvander, S.Sos., M.Si., Danramil Tabang Kapten Inf. Priyanto, Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu, S.H., sejumlah pejabat utama Polres Kukar, kepala desa, kepala adat, perwakilan Dewan Adat Dayak serta sekitar 100 warga Kecamatan Tabang.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bersama untuk menyikapi insiden yang terjadi sekaligus memperkuat komitmen menjaga keamanan, ketertiban dan persatuan masyarakat Tabang.
Kapolres: Percayakan Penanganan Kasus kepada Kepolisian
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menyampaikan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap perkara yang menyebabkan seorang warga kehilangan nyawa.
Ia mengatakan jajaran Polres Kukar telah mendatangi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan proses penanganan perkara berjalan.
“Untuk saat ini terduga pelaku sudah kami amankan dan akan dilakukan gelar perkara untuk menetapkan para tersangka. Apabila telah ditetapkan para tersangka, kami akan menyampaikan perkembangan kasus melalui konferensi pers di Polres Kutai Kartanegara,” kata Khairul Basyar.
Kapolres meminta masyarakat Tabang memberikan kepercayaan kepada aparat kepolisian dalam menangani perkara tersebut secara profesional dan berdasarkan ketentuan hukum.
“Kami berharap kepada masyarakat Tabang, tolong bantu kami menjaga situasi tetap kondusif. Percayakan penanganan kasus ini kepada kami. Kami akan mengungkap seadil-adilnya kasus ini,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama menjaga keamanan serta menyampaikan informasi kepada aparat apabila mengetahui hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas. Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan wilayah.
“Kami ini aparat tidak bisa berdiri sendiri. Kami minta bantuan Bapak dan Ibu sekalian. Apabila memiliki informasi yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, silakan sampaikan kepada Kapolsek Tabang maupun anggota kami yang bertugas di lapangan,” ujarnya.
Kapolres Soroti Peredaran Miras dan Narkotika
Dalam musyawarah tersebut, Kapolres Kukar juga menyoroti persoalan peredaran minuman keras dan narkotika yang menjadi perhatian jajaran Polres Kukar.
Berdasarkan penyelidikan kepolisian yang disampaikan dalam pertemuan itu, sejumlah barang yang berkaitan dengan pengungkapan kasus narkotika diketahui berasal dari luar Kabupaten Kukar dan peredarannya terindikasi mengarah ke Kecamatan Tabang.
“Ini menjadi atensi kami dari Polres Kukar. Kami telah melakukan penyelidikan dan ternyata banyak barang dalam pengungkapan kasus narkoba masuk dari luar Kabupaten Kukar dan arahnya memang menuju Kecamatan Tabang,” kata Khairul.
Ia juga meminta unsur Muspika bersama tokoh masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap peredaran minuman keras di wilayah tersebut.
“Kami berharap kepada Muspika untuk sama-sama membuka mata dan telinga serta bersama-sama melakukan penertiban minuman keras. Kami melihat salah satu persoalan yang melatarbelakangi kejadian ini berkaitan dengan penggunaan minuman keras,” ujarnya.
Kapolres menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus melakukan langkah-langkah penegakan hukum sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga keamanan.
Ia juga menyampaikan pesan Kapolda Kaltim agar seluruh elemen masyarakat tetap bersatu dan menjaga situasi Kecamatan Tabang tetap aman dan kondusif.
Kades Kampung Baru: Jangan Ada Darah yang Tertumpah Lagi
Kepala Desa Kampung Baru, Supardi Batz, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Kukar dan jajarannya atas perhatian terhadap kasus tersebut.
Ia juga mengapresiasi langkah kepolisian yang telah mengamankan pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Kapolres yang sudah mengungkap dan mengamankan terduga pelaku. Kami masyarakat Tabang sangat berterima kasih kepada kepolisian atas atensinya. Kami berharap perkara ini diproses dan diberikan hukuman seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku,” ujar Supardi.
Ia mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak kembali terjadi pertumpahan darah di wilayah Tabang.
“Saya tekankan kepada masyarakat Tabang, jangan ada darah yang tertumpah lagi di tanah kita. Apabila ada darah yang tertumpah, maka akan ada ritual adat untuk membersihkan kembali darah yang tertumpah tersebut,” katanya.
Tokoh Adat Dorong Penyelesaian dan Perdamaian
Kepala Adat Tabang Lama, Balan, mengingatkan bahwa persoalan seperti yang terjadi saat ini bukan merupakan tradisi masyarakat Tabang.
“Semenjak nenek moyang kita dulu tidak ada seperti ini. Kalau ada kejadian seperti ini, mari kita bersama-sama. Kita percayakan kepada Kapolres dan para orang tua kita untuk membantu menyelesaikan masalah ini,” ungkap Balan.
Ia juga menyampaikan bahwa mekanisme adat perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya mengingatkan masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Ritual harus dilakukan supaya mengingatkan orang banyak agar kasus seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
DAD Kaltim Apresiasi Gerak Cepat Kepolisian
Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur, Hendrik Tandoh, S.H., M.H., mengaku kecewa dan prihatin atas insiden yang menyebabkan warga kehilangan nyawa.
Namun, ia menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat jajaran Polres Kukar dalam menangani perkara tersebut.
“Kami sangat panas dan kecewa dengan kasus ini. Kenapa kita selalu menjadi korban dari kampung kita sendiri. Namun dalam hal ini kami dari DAD Kaltim sudah berkoordinasi dengan Kapolda dan Kapolres Kukar,” kata Hendrik.
Menurutnya, DAD Kaltim mengapresiasi Kapolres Kukar yang memberikan perhatian langsung terhadap kasus tersebut dan datang ke Tabang untuk memastikan proses penanganan berjalan.
“Kami sangat mengapresiasi Kapolres Kukar yang sangat memprioritaskan pengungkapan kasus ini, langsung berangkat ke Tabang dan mengambil alih kasus ini sehingga membuahkan hasil dan para terduga pelaku berhasil diamankan,” ujarnya.
Hendrik juga mengapresiasi langkah kepolisian yang menurutnya berhasil mengamankan para terduga pelaku dalam waktu kurang dari 2 x 24 jam.
“Untuk itu kita berikan apresiasi kepada Kapolres Kukar dan jajarannya atas kinerjanya. Belum sampai 2 x 24 jam, para terduga pelaku sudah diamankan,” katanya.
Menurut Hendrik, selain proses hukum, mekanisme adat juga perlu dibahas karena insiden tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Karena sudah terjadi orang meninggal dan tumpah darah, maka perlu dilakukan ritual pembersihan dan perdamaian karena sudah membuat keresahan dan menyebabkan kegaduhan. Untuk itu saya serahkan kepada tokoh-tokoh adat dan Muspika untuk merumuskannya,” ungkap Hendrik.
Tokoh Masyarakat Sepakat Jaga Kondusivitas Tabang
Musyawarah adat tersebut menjadi momentum bagi tokoh masyarakat, tokoh adat, pemerintah dan aparat keamanan untuk memperkuat komitmen menjaga situasi Kecamatan Tabang tetap aman dan kondusif.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan serta menyerahkan proses penegakan hukum kepada kepolisian.
Di sisi lain, para tokoh masyarakat dan adat mendorong agar persoalan yang terjadi menjadi pelajaran bersama. Pengawasan terhadap peredaran minuman keras dan narkotika juga dinilai perlu diperkuat untuk mencegah munculnya persoalan serupa di kemudian hari.
Dengan adanya sinergi antara kepolisian, pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat dan warga, seluruh pihak berharap keamanan serta persatuan masyarakat Kecamatan Tabang dapat terus terjaga.












