Jakarta — Momentum Ramadhan dimanfaatkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk memperkuat komunikasi lintas elemen bangsa. Bersama pejabat utama (PJU) Polri, ia menghadiri buka puasa bersama yang melibatkan organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta perwakilan mahasiswa di STIK-PTIK Polri, Kamis.
Dalam sambutannya, Kapolri menekankan pentingnya menjaga soliditas nasional di tengah situasi global yang dinamis dan penuh tantangan. Ia menyebut kebersamaan seluruh komponen masyarakat menjadi faktor kunci dalam mendukung agenda pembangunan pemerintah, termasuk pelaksanaan program Astacita.
Menurutnya, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan prasyarat utama agar pembangunan dapat berjalan optimal. Tanpa situasi kamtibmas yang kondusif, berbagai program strategis akan sulit diwujudkan secara maksimal.
Kapolri juga memastikan bahwa Polri tetap berkomitmen menjaga ruang demokrasi. Ia menegaskan mahasiswa dan generasi muda memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab. Bahkan, institusi yang dipimpinnya disebut selalu terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari proses pembenahan berkelanjutan menuju konsep civilian police yang profesional dan dekat dengan masyarakat.
“Evaluasi dan masukan dari publik menjadi energi bagi kami untuk terus berbenah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang juga Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan ini sebagai bentuk penguatan kolaborasi antara Polri dan elemen masyarakat sipil dalam merawat persatuan.
Menurutnya, sinergi yang terbangun akan menjadi modal sosial penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap forum kebersamaan seperti ini terus berlanjut guna menjaga harmoni, stabilitas, dan semangat gotong royong menuju cita-cita besar bangsa.












