SAMARINDA – Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Kalimantan Timur melalui Ketua, KH. Siswanto, mengeluarkan seruan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas daerah serta menyampaikan aspirasi secara damai, aman, dan tertib.
Dalam himbauannya, KH. Siswanto menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara-cara anarkis yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, mari kita jaga persatuan, kedamaian, dan kondusivitas Kalimantan Timur sebagai rumah kita bersama,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan dialog serta menghormati perbedaan dalam setiap proses penyampaian aspirasi. Menurutnya, sikap saling menghargai menjadi kunci utama dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.
KH. Siswanto menekankan pentingnya menolak segala bentuk provokasi dan kekerasan yang berpotensi menimbulkan konflik. Ia mengimbau agar seluruh pihak tetap patuh terhadap hukum serta menjaga ketertiban umum demi terciptanya suasana yang aman dan damai.
“Utamakan dialog dan kepentingan bersama, hormati pendapat orang lain, serta patuhi aturan yang berlaku. Hindari tindakan anarkis yang dapat merusak persatuan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama menjaga stabilitas daerah, terutama di tengah berbagai dinamika yang berkembang.
Di akhir pernyataannya, KH. Siswanto berharap masyarakat Kaltim dapat terus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan menjaga kedamaian sebagai modal utama pembangunan daerah.
“Kaltim aman, Kaltim damai, Kaltim maju. Bersatu dalam kebaikan, mencerahkan Kalimantan Timur,” pungkasnya.
