Dua Hotspot Ditemukan Saat Patroli Karhutla di Gunung Tabur, Tim Gabungan Langsung Padamkan Api

banner 468x60

BERAU – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran kepolisian bersama tim gabungan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pemantauan wilayah rawan dilakukan secara rutin untuk mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin.

Polsek Gunung Tabur bersama personel gabungan melaksanakan Patroli Siaga Zona I Karhutla di wilayah Kecamatan Gunung Tabur pada Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Gunung Tabur AKP Alan Firdaus, S.H., M.Si.

Patroli dimulai sekitar pukul 08.00 WITA dengan menyisir sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi terjadi kebakaran. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi lapangan sekaligus memastikan setiap indikasi titik api dapat segera ditindaklanjuti.

Kegiatan patroli dipusatkan di Posko Siaga Karhutla Kampung Batu-Batu dan Posko Siaga Karhutla Kampung Merancang Ilir. Dari kedua posko tersebut, personel bergerak melakukan pemantauan ke sejumlah kawasan yang menjadi sasaran patroli.

Patroli melibatkan sejumlah unsur, yakni personel Polri, BKO Polres Berau, BKO Polda Kaltim, KPHP Berau Utara, Manggala Agni, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V serta Damkar Merancang Ulu.

Sebelum melakukan penyisiran, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti briefing. Pengarahan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel sekaligus menyamakan langkah dalam melakukan patroli dan penanganan apabila ditemukan titik api.

Koordinasi antarinstansi menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Setiap unsur memiliki peran masing-masing sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan secara terpadu ketika ditemukan potensi kebakaran.

Dalam penyisiran tersebut, tim gabungan menemukan dua hotspot berukuran medium. Temuan pertama berada di lahan milik warga di Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur.

Sementara satu hotspot lainnya ditemukan di lahan HTI PT Fuji yang berada di Kampung Batu-Batu. Kedua titik tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti oleh personel gabungan yang berada di lapangan.

Petugas bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pemadaman. Tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah api berkembang dan meluas ke area lain di sekitar lokasi.

Respons cepat menjadi bagian penting dalam kegiatan patroli. Dengan menemukan dan menangani titik api sejak awal, potensi kebakaran yang lebih luas diharapkan dapat dicegah.

Tim yang bertugas dari Posko Siaga Karhutla Kampung Batu-Batu melaksanakan patroli dan penanganan hingga pukul 20.00 WITA. Sementara tim Posko Siaga Karhutla Kampung Merancang Ilir melanjutkan kegiatan hingga pukul 19.00 WITA.

Kegiatan tidak hanya difokuskan pada pemadaman. Personel juga melakukan langkah pencegahan dengan memasang spanduk berisi imbauan mengenai kawasan hutan negara serta larangan melakukan pembakaran secara liar.

Pemasangan spanduk tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada masyarakat. Imbauan diberikan agar warga lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan api, khususnya di kawasan yang rawan terjadi Karhutla.

Kapolsek Gunung Tabur AKP Alan Firdaus, S.H., M.Si. menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla. Informasi yang diterima lebih awal dapat membantu petugas melakukan verifikasi dan penanganan dengan cepat.

Patroli terpadu tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat deteksi dini Karhutla di wilayah Kecamatan Gunung Tabur. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi apabila ditemukan kondisi yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.

Sinergi antara kepolisian, unsur kehutanan, pemadam kebakaran dan instansi terkait juga terus diperkuat. Koordinasi lintas sektor diperlukan mengingat penanganan Karhutla membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik dalam tahap pencegahan maupun saat terjadi kebakaran.

Melalui kegiatan patroli, pemantauan dan edukasi kepada masyarakat, tim gabungan berupaya menekan potensi terjadinya kebakaran di wilayah Kabupaten Berau.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Personel gabungan juga terus melakukan kesiapsiagaan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya titik api baru di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla.

Upaya tersebut diharapkan dapat memastikan setiap indikasi kebakaran segera diketahui dan ditangani, sehingga api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan mengganggu aktivitas masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *