Karhutla di Labanan Jaya Berhasil Dipadamkan, Polres Berau Kerahkan 23 Personel

banner 468x60

BERAU – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan semak belukar Jalan Mangga Besar, kawasan Plasma Labasari, Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Jumat (18/9/2026).

Petugas gabungan bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai munculnya titik api di kawasan tersebut. Kebakaran yang diperkirakan melanda area sekitar 0,5 hektare itu mulai ditangani sekitar pukul 13.20 Wita.

Lokasi kebakaran berada sekitar 10 menit perjalanan dari Pospol Labanan. Kondisi tersebut memungkinkan personel segera bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan operasional setelah mengetahui adanya kebakaran.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dengan menyasar titik-titik api yang membakar vegetasi semak belukar. Penanganan dilakukan secara cepat untuk mencegah api meluas, terutama ke area perkebunan dan permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.

Kasi Humas Polres Berau AKP Suradi mengatakan penanganan dilakukan melalui kerja sama sejumlah unsur yang berada di lapangan.

“Begitu titik api ditemukan, personel langsung melakukan pemadaman secara intensif. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dalam keadaan terkendali,” jelasnya.

Sebanyak 23 personel dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Mereka berasal dari sejumlah unsur, yakni personel Polsek Teluk Bayur, Sat Samapta Polres Berau, BKO Polda Kaltim, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, Hutan Sanggam serta enam warga sekitar.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut membuat proses pemadaman dapat dilakukan secara bersama-sama. Petugas di lapangan berupaya mengendalikan api sekaligus mencegah penjalaran ke vegetasi lain yang berada di sekitar titik kebakaran.

Selain dukungan personel, proses pemadaman juga ditunjang sejumlah kendaraan operasional. Petugas mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran, satu unit kendaraan KPHP Berau Barat dan tiga unit sepeda motor dinas Polri.

Penggunaan sejumlah kendaraan tersebut disesuaikan dengan kondisi medan dan kebutuhan petugas selama proses penanganan. Langkah itu dilakukan agar akses menuju titik api dapat dimanfaatkan secara maksimal dan proses pemadaman berjalan efektif.

Kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab munculnya kebakaran. Hingga saat ini, belum ada kesimpulan mengenai sumber api maupun pihak yang bertanggung jawab atas lahan tersebut.

Kondisi cuaca panas serta minimnya hujan dalam beberapa hari terakhir turut menjadi perhatian petugas. Vegetasi berupa daun dan ranting yang berada dalam kondisi kering dapat lebih mudah terbakar apabila terkena sumber panas.

Di sisi lain, kepolisian masih melakukan penelusuran untuk mengetahui identitas pemilik lahan yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Informasi tersebut diperlukan sebagai bagian dari proses pendalaman terhadap kejadian.

Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi memunculkan api kembali.

Proses pendinginan menjadi tahapan penting setelah api berhasil dikendalikan. Petugas memeriksa area yang sebelumnya terbakar untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak terdapat bagian yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Polres Berau juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama ketika kondisi lingkungan didominasi vegetasi kering. Peran masyarakat dinilai penting dalam mendeteksi lebih awal apabila ditemukan asap atau titik api.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan risiko kebakaran. Salah satunya membuka maupun membersihkan lahan dengan menggunakan metode pembakaran.

AKP Suradi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, termasuk membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar dan jangan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang kondisi vegetasinya kering. Kebakaran dapat meluas dan asapnya juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Polres Berau memastikan langkah pencegahan dan pemantauan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi kejadian serupa. Koordinasi dengan unsur terkait juga menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla, khususnya apabila ditemukan titik api di wilayah yang sulit dijangkau.

Penanganan kebakaran di Labanan Jaya menunjukkan pentingnya respons cepat dan keterlibatan berbagai unsur di lapangan. Dengan dukungan personel, peralatan, serta partisipasi masyarakat, kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas ke kawasan di sekitarnya.

Hingga penanganan selesai, kondisi lokasi dilaporkan terkendali. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan kawasan bekas kebakaran benar-benar aman dari kemungkinan munculnya kembali titik api.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *