SAMARINDA – Komitmen aparat penegak hukum dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi mendapat apresiasi dari Kesatuan Mahasiswa Indonesia (KESMI) Kalimantan Timur. Organisasi tersebut menilai pemberantasan korupsi harus menjadi agenda bersama demi menjaga masa depan bangsa.
Ketua Umum KESMI Kaltim, Irwanto Munawar, mengatakan keberanian aparat dalam mengungkap berbagai kasus korupsi menunjukkan bahwa penegakan hukum masih berjalan sesuai prinsip keadilan.
Ia berpandangan, upaya pemberantasan korupsi akan semakin efektif apabila mendapat dukungan dari masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai kelompok kritis terhadap berbagai persoalan bangsa.
Menurut Irwanto, keberhasilan aparat dalam membongkar dugaan praktik korupsi menjadi pesan bahwa negara tidak boleh kalah menghadapi kejahatan yang merugikan kepentingan publik.
“Ini adalah langkah yang sangat baik dan tepat yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian RI. Tentunya ini menjadi angin segar bagi kami sebagai generasi penerus bangsa. Stigma yang selama ini berkembang bahwa budaya Indonesia adalah budaya korupsi harus dihapus. Kita harus membangun optimisme bahwa korupsi bisa diberantas melalui penegakan hukum yang tegas dan konsisten,” ujar Irwanto.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberikan dukungan terhadap langkah Polri dalam memperkuat pemberantasan korupsi secara menyeluruh.
“Saya secara tegas menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Kepolisian RI. Kami juga mengapresiasi Presiden Prabowo yang mendukung Polri dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Penegakan hukum harus dilakukan secara adil kepada siapa pun yang terbukti bersalah,” tegasnya.
Irwanto menekankan bahwa supremasi hukum hanya dapat terwujud apabila aparat bekerja secara independen tanpa tekanan dari pihak mana pun. Menurutnya, kepentingan politik maupun jabatan tidak boleh menghambat proses hukum.
“Indonesia adalah negara yang sedang maju. Tidak boleh ada intervensi dari pihak mana pun, baik dari partai politik maupun kelompok tertentu. Ketika seseorang terbukti bersalah melakukan korupsi, maka harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Ia menambahkan bahwa korupsi merupakan persoalan yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung langkah pemberantasan korupsi secara berkelanjutan.
“Korupsi tidak boleh tumbuh di Indonesia. Jika korupsi terus dibiarkan, dampaknya akan sangat besar terhadap masa depan bangsa. Anak-anak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak, angka kemiskinan meningkat, dan pembangunan tidak akan berjalan secara merata. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama mendukung upaya pemberantasan korupsi demi terwujudnya Indonesia yang bersih, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.












