SAMARINDA – Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Timur menyiapkan skema kegiatan yang menitikberatkan pada dialog dan kolaborasi. Pendekatan ini dipilih sebagai alternatif dari aksi demonstrasi, dengan tujuan menciptakan suasana yang lebih kondusif antara pekerja dan pengusaha.
Pemerintah daerah mendorong pola komunikasi yang konstruktif agar aspirasi buruh tetap tersalurkan tanpa harus turun ke jalan. Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Kaltim, Aris Munandar, menegaskan bahwa pelaksanaan May Day tahun ini tetap mengacu pada arahan dari Kementerian Ketenagakerjaan. “Jadi memang tiap tahun kita ada peringatan Hari Buruh Internasional. Untuk tahun ini juga mengacu pada juknis dari kementerian yang baru kami terima sekitar 20 April kemarin,” ungkap Aris, Kamis (30/4/2026).
Ia menyebutkan, tema yang diangkat pada peringatan kali ini adalah “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan tagline Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama. Konsep kegiatan pun masih mengedepankan nuansa kebersamaan seperti tahun sebelumnya. “Kegiatan-kegiatan seperti jalan sehat, silaturahmi, hiburan. Intinya membangun kebersamaan, karena arahan dari kementerian juga pelaksanaan harus tertib, aman, dan damai,” kata dia.
Aris menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, peringatan May Day di Kalimantan Timur berlangsung tanpa aksi demonstrasi di jalan. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi ruang penyampaian aspirasi dari kalangan pekerja. “Alhamdulillah beberapa tahun ini tidak ada aksi turun ke jalan. Tapi bukan berarti aspirasi tidak disampaikan. Mereka tetap menyampaikan, hanya dengan cara yang lebih dialogis,” jelasnya.
Untuk tahun ini, pihaknya masih menunggu keputusan final dari pimpinan, namun konsep pelaksanaan telah dipersiapkan. Salah satu fokus utama adalah menyediakan ruang dialog langsung antara pekerja dan pemangku kepentingan dalam suasana yang tertib. “Kemungkinan kita lakukan silaturahmi, kemudian penyampaian aspirasi di kantor saja dulu. Intinya tetap kita fasilitasi,” imbuh Aris.
Lebih lanjut, Aris memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari berbagai unsur, termasuk serikat pekerja dan asosiasi pengusaha. “Teman-teman serikat pekerja bersama unsur pengusaha juga siap mendukung kegiatan ini,” lanjutnya.
Disnakertrans Kaltim juga mengajak para pekerja untuk aktif menyampaikan keluhan atau aduan melalui saluran resmi yang telah disediakan. “Imbauan kami, jangan takut mengadu. Kanalnya sudah ada, baik online maupun datang langsung. Informasi pekerja juga kami lindungi,” tegas Aris. Ia menambahkan bahwa setiap laporan akan ditangani secara independen dengan prinsip keadilan. “Namanya penegakan norma, tentu kami harus independen. Tujuannya menjaga hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan,” sambungnya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa penyelesaian persoalan sebaiknya terlebih dahulu dilakukan di internal perusahaan melalui mekanisme bipartit. Menurutnya, perusahaan dengan jumlah pekerja besar wajib memiliki Lembaga Kerja Sama (LKS) bipartit sebagai sarana komunikasi. “Di situlah sebenarnya wadah untuk menyelesaikan masalah. Jadi sebelum jadi aduan, dibicarakan dulu secara bipartit,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei merupakan momentum global untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja. Di Indonesia, peringatan ini telah ditetapkan sebagai hari libur nasional serta menjadi ruang bagi buruh untuk menyuarakan aspirasi, baik melalui aksi langsung maupun pendekatan dialog seperti yang kini diusung di Kalimantan Timur.












