Tiga Jam Berjibaku, Tim Gabungan Kendalikan Karhutla di Long Kali Paser

Paser – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Rantau Belimbing, RT 06, Kelurahan Long Kali, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (15/9/2026), berhasil dikendalikan. Tim gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran api merambat ke kawasan di sekitarnya.

Penanganan kebakaran berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Dalam kurun waktu tersebut, personel gabungan terus berupaya menjinakkan kobaran api sekaligus memastikan area yang terdampak tidak kembali terbakar.

Informasi mengenai kebakaran yang terjadi di kawasan Rantau Belimbing segera ditindaklanjuti dengan pengerahan personel ke lokasi. Setibanya di lapangan, petugas langsung melakukan pengecekan untuk mengetahui kondisi dan sebaran api.

Pengecekan awal dilakukan dengan menyisir kawasan yang terbakar. Petugas memastikan titik-titik api yang masih aktif menjadi sasaran utama pemadaman agar kobaran tidak berkembang dan menjalar ke vegetasi lain.

Proses pemadaman dilakukan secara bertahap. Personel bekerja bersama dengan mengarahkan sumber air ke bagian lahan yang masih terbakar. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan hingga kobaran api mulai berkurang.

Kondisi lingkungan sekitar juga menjadi perhatian selama proses penanganan. Petugas tidak hanya mengejar api yang terlihat, tetapi turut memperhatikan bagian tepi area terbakar yang berpotensi menjadi jalur perambatan api.

Langkah antisipasi dilakukan dengan melakukan penyisiran terhadap area di sekitar titik kebakaran. Cara ini diperlukan untuk memastikan api tidak melewati batas kawasan yang telah terbakar dan menjangkau lahan lainnya.

Setelah sekitar tiga jam melakukan pemadaman, tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran. Kobaran api yang sebelumnya terlihat di kawasan Rantau Belimbing tidak lagi meluas.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari koordinasi personel di lapangan. Setiap unsur bergerak secara bersama-sama sehingga proses pemadaman dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terarah.

Usai kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan pengecekan di lokasi. Area yang sebelumnya terbakar diperiksa kembali untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Pemantauan pascapemadaman menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Kondisi lahan yang masih menyimpan panas dapat menjadi salah satu faktor munculnya kembali api apabila tidak dipastikan benar-benar aman.

Selain penanganan di lapangan, kewaspadaan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya pencegahan. Warga di sekitar lokasi diimbau segera menyampaikan informasi apabila menemukan asap atau tanda-tanda kebakaran.

Respons cepat terhadap laporan masyarakat dinilai penting karena kebakaran yang ditangani sejak awal lebih mudah dikendalikan. Terlebih, kondisi lahan yang kering dan keberadaan vegetasi mudah terbakar dapat mempercepat penyebaran api.

Penanganan karhutla di Long Kali juga menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai unsur dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan. Kolaborasi di lapangan dibutuhkan mulai dari tahap deteksi, pemadaman hingga pemantauan setelah api berhasil dikendalikan.

Dengan berhasilnya pemadaman di Rantau Belimbing, kondisi lokasi selanjutnya tetap menjadi perhatian petugas. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul.

Tim gabungan juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan lahan terbuka dan area dengan vegetasi yang mudah terbakar.

Kesiapsiagaan dan kerja sama antara petugas dengan masyarakat diharapkan dapat terus dipertahankan. Upaya tersebut menjadi bagian dari pencegahan agar kejadian serupa tidak berkembang dan mengganggu lingkungan maupun aktivitas warga di wilayah Long Kali dan sekitarnya.

Pos terkait