BALIKPAPAN – Dukungan terhadap agenda pemberantasan korupsi terus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat. Komunitas Ojek Online (Ojol) Barisan Pejuang Rupiah (BAPER) Balikpapan menjadi salah satu organisasi yang menyatakan komitmennya untuk mendukung langkah Presiden Republik Indonesia dalam memerangi praktik korupsi secara menyeluruh.
Ketua Komunitas Ojol BAPER Balikpapan, Madan, mengatakan bahwa korupsi merupakan hambatan besar bagi pembangunan nasional karena berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai bahwa pemberantasan korupsi harus menjadi agenda bersama yang melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Dengan kerja sama yang kuat, upaya menciptakan pemerintahan yang bersih akan lebih mudah diwujudkan.
Menurut Madan, penegakan hukum yang adil tanpa membedakan siapa pun merupakan prinsip yang harus terus dijaga agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap proses hukum.
“Kami dari Komunitas Ojol Barisan Pejuang Rupiah (BAPER) Balikpapan mendukung penuh komitmen Bapak Presiden Republik Indonesia dalam memberantas korupsi di Indonesia tanpa tebang pilih. Siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Madan.
Ia menambahkan, keberanian negara dalam menindak pelaku korupsi akan menjadi bukti bahwa supremasi hukum benar-benar ditegakkan tanpa adanya perlakuan istimewa terhadap pihak tertentu.
Madan juga berharap langkah pemberantasan korupsi terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu menciptakan iklim pemerintahan yang lebih bersih dan akuntabel.
“Sikat habis para pelaku korupsi di negara ini. Jangan ada ruang bagi koruptor untuk merusak masa depan bangsa. Kami berharap upaya pemberantasan korupsi terus dilakukan secara tegas, transparan, dan berkeadilan demi terciptanya Indonesia yang bersih dan maju,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Madan mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat budaya kejujuran, meningkatkan kepedulian terhadap pengawasan publik, dan tidak memberikan toleransi terhadap praktik korupsi. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen bangsa menjadi modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi.
